Mengenal Lebih dekat dengan Yogyakarta
Minggu 14
Agustus 2016, tepatnya pukul 15.00 WIB aku sampai di stasiun Yogya, disana
terdapat wiasatawan turis maupun mancanegara yang baru tiba di stasiun
tersebut. Aku dari Jakarta sampai Yogya hanya berangkat sendiri, lalu setelah
sampai sana aku dijemput oleh sodara ku yang kebetulan tinggal di kota
tersebut. Lalu setelah itu aku langsung pergi ketempat sodara ku tinggal untuk
menaruh barang – barangku dan beristirahat. Hari pertama aku datang aku belum
punya plan untuk pergi menjelajahi kota tersebut, dikarenakan aku terlalu capek
berlama – lama di dalam kereta, sehingga aku memutuskan untuk beristirahat dulu
untuk sehari.
Senin 15
Agustus 2016, pagi itu aku terbangun dan langsung melakukan perbincangan dengan
sodaraku untuk kemana hari itu kita akan pergi menjelajahi kota Yogya. Dan
akhirnya kita berdua memutuskan untuk ketempat wisata belanja yaitu Malioboro.
Kita mengendarai sepeda motor untuk ketempat tersebut. Setelah sampai sana kita
langsung berjalan dari ujung jalan Malioboro sampai ujung jalan depan. Disana
kita memulai mencari barang – barang unik dan lucu khas Yogya, setelah kita
berbelanja, kita membeli makan siang disekitaran Pasar Beringharjo, yaitu kita
membeli Pecel, Pecel adalah makanan tradisional khas Jawa, yang berisi begitu
banyak sayuran yang di rebus dan disiram oleh bumbu kacang, dan teman yang
cocok untuk dimakan bersamaan adalah tahu tempe bacem, bakwan goreng, telor
puyuh bacem, atau bisa dengan Burung Puyuh goreng. Setelah seharian kita
berbelanja di Malioboro, kami memutuskan untuk kembali ke rumah.
2 hari
keesokannya, Pukul 10.00 WIB kami pergi ke salah satu wisata yang terkenal di
Yogya yaitu Wisata Gunung Merapi, sebelum kami ketempat tersebut, kami berhenti
disalah satu tempat makan yang berada disekitar tempat wisata tersebut, tempat
makan itu bernama Sate Donal. Sate ini bukan seperti sate pada umumnya, tapi
sate ini terbuat dari daging Entok, yang mana dagingnya itu terasa lebih empuk,
kenyal dan enak dibanding sate ayam atau sate kambing pada umumnya, bumbu
satenya tersebut terbuat dari saus kacang tapi lebih halus dibanding saus
kacang lainnya, dan disantap bersamaan dengan acar bawang merah dan cabai, lalu
ditaburi bubuk merica putih. Setelah kami selesai makan, kami langsung
melanjuti perjalanan kita ke wisata tersebut. Wisata tersebut berada
disekitaran gunung merapi, jadi kita benar – benar merasakan dingin sejuk dari
asap kabut yang turun dari gunung merapi. Disana juga terdapat banyak hewan –
hewan liar seperti anjing, monyet dan hewan – hewan lainnya. Jika kita ingin
mengelilingi tempat wisata tersebut sampai kepaling atas dekat gunung merapi,
disana terdapat tempat penyewaan mobil Jeep. Harga penyewaan mobil tersebut
cukup mahal sekitar 200 ribu rupiah dengan waktu penyewaan 1jam.
Hari
terakhir di Yogya, kami lebih banyak menghabiskan waktu dengan mencoba berbagai
macam kuliner di Yogya seperti, kita membeli makanan di sebuah Angkringan,
Angkringan adalah tempat makan yang menyajikan berbagai makanan – makanan kecil
atau biasa disebut Nasi Kucing, nasi yang disajikan dengan ukuran kecil yang
berisi sambal teri ataupun sambal – sambal lainnya dan disantap dengan lauk
seperti sate usus, sate ceker, sate kikil dan berbagai jenis sate lainnya.
Setelah kita makan di Angkringan, kita membeli sebuah eskrim yang terkenal
enaknya di Yogya, yaitu eskrim Tempo Gelato. Tempat di Tempo Gelato ini di
design khusus seperti restaurant – restaurant eskrim yang berada Italia dan
tempatnya juga cukup ramai banyak dikunjungi oleh pemuda pemudi di Yogya. Dan
rasa dari eskrim itu sendiri begitu enak sekali, lembut dan begitu menyegarkan
tidak bikin haus seperti eskrim – eskrim lainnya. Rasa dari eskrim ini pun
banyak sekali, seperti rasa rasberry, kitkat, kemangi, lemon ginger dan masih
banyak rasa – rasa lainnya. Harga eskrim Tempo Gelato tersebut dibandrol dari
harga 25 ribu – 60 ribu rupiah, cukup terjangkau bukan. Setelah kami menghabiskan waktu dengan mencoba
berbagai kuliner kita juga mengunjungi Monumen Jogja Kembali atau yang biasa
disebut Taman Lampion. Ditempat tersebut sangat indah sekali karena kami datang
ketempat tersebut saat malam hari dan tempat tersebut banyak sekali pengunjung
yang mendatanginya. Mengapa disebut dengan Taman Lampion, karena disana banyak sekali lampion – lampion berbentuk
lucu dan unik sekali. Dan harga masuk tempat tersebut hanya 15 ribu rupiah.
Sore, 20
Agustus 2016, saya sendiri bersiap – siap untuk merapihkan barang – barang
bawaan saya dan langsung check out tempat untuk kembali ke Jakarta.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar